Kamis, 27 Oktober 2016

Troubleshooting Jaringan secara Sederhana

Troubleshooting Jaringan secara Sederhana

A. Troubleshooting pada OS
Dalam menggunakan jaringan komputer seringkali user menemukan permasalahan-permasalahan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyamanan pada user. Berikut beberapa tips dalam troubleshooting jaringan pada sistem operasi Windows XP.

1. Status Jaringan“ Connected” Namun Tidak Dapat Terhubung Ke Internet 

Status yang tampil menunjukkan bahwa komputer kita telah terhubung dengan jaringan lokal. Meski demikian, komputer kita tidak dapat terhubung ke internet. Langkah yang dapat diambil 
Posted Image
a) Jalankan Web Browser Anda, dan cobalah untuk mengunjungi beberapa website, misalnya
coba kunjungi
hhtp://blazetorm.net . Jika dapat membuka satu website dan tidak dapat membuka
website lain berarti jaringan komputer Anda baik-baik saja, dan kemungkinan masalah
terletak pada ISP. Jika sama sekali tidak bisa terhubung, coba langkah berikutnya. Coba
untuk melepaskan sambungan modem ke line telepon, dan tunggu beberapa saat lalu pasang
lagi, dan coba lagi untuk mengunjungi website.
b) Jika Anda terhubung dengan media wireless, cobalah untuk melepas kabel WAN pada Access
Point, tunggu bebera saat dan sambungkan kembali dan coba lagi untuk mengunjungi website.
c) Cobalah untuk merestart komputer.
d) Jika tetap belum terhubung juga, cobalah untuk menghubungi pihak ISP untuk meminta
bantuan.

2. Status NIC atau Wireless: DisabledPosted Image
Jika hal ini yang terjadi, coba untuk masuk ke Control Panel > Network Connection > Pilih device NIC/Wireless yang akan diaktifkan > Klik kanan dan pilih Enable.

3. Limited or No Connectivity Status
Langkah yang dapat diambil :
a) Klik kanan pada icon network adapter dan pilih repair. Coba perhatikan apakah icon tersebut
sudah berubah menjadi connected ? Jika sudah berarti komputer Anda sudah dapat
terhubung ke jaringan.
b) Buka property TCP/IP dan pastikan bahwa konfigurasi TCP/IP adalah obtain IP Address
Automatically.
c) Cobalah untuk restart komputer Anda.


4. Network Cable Unplugged
Posted Image
a) Coba periksa apakah kabel jaringan Anda telah terpasang pada port NIC, jika belum
pasangkan kembali
b) Jika kabel jaringan sudah terpasang namun tetap tidak terhubung, cobalah untuk mengganti
port lain pada switch.
c) Jika masih belum bisa, cobalah untuk mengganti kabel jaringan. Siapa tahu, kabel jaringan
sudah rusak.
d) Jika tetap belum bisa, kemungkinan kerusakan terdapat pada Network Adapter, cobalah
menggantinya dengan Network Adapter lain.


5. Wireless Connection Not Connected

Posted Image
a) Periksalah status perangkat wireless Anda pada Windows, pastikan dalam keadaan aktif.
b) Cobalah untuk melakukan pencarian sinyal pada hotspot area.

B. Troubleshooting DHCP 

Layanan DHCP sangat vital dalam suatu jaringan komputer, kemampuan melakukan Troubleshooting DHCP tidak kalah pentingnya juga untuk Administrator Jaringan.

Dalam suatu infrastruktur jaringan komputer dalam suatu organisasi, salah satu komponen penting pendukungnya adalah DHCP server. Untuk itu, adalah sangat penting buat administrator jaringan untuk bisa melakukan troubleshooting DHCP server terhadap segala bentuk masalah yang berhubungan dengan DHCP server, baik masalah yang timbul akibat kesalahan konfigurasi dan instalasi DHCP, sampai masalah kecil yang menimpa sebuah computer yang tidak bisa menerima IP address dari DHCP server ini.

1. Verifikasikan konfigurasi client
Salah satu indikasi kegagalan suatu DHCP adalah jika sebuah komputer / client kehilangan koneksi terjadap resource-2 jaringan ataupun jika sebuah client komputer tidak bisa mendapatkan koneksi ke jaringan kali pertama. Pilihan kita adalah memastikan apakah ini berasal dari DHCP server, dari client itu sendiri, atau dari sumber lainnya.

Salah satu cara memulai troubleshooting DHCP adalah dari client untuk memastikan bahwa client menerima IP address dari DHCP server. Anda bisa lakukan command line “ipconfig /all” dari prompt DOS c:\> (kalau dari Windows tekan tombol Windows dan R bersamaan, terus ketik CMD dan tekan Enter). Bisa diperhatikan output dari “ipconfig /all” ini menunjukkan adanya DHCP enabled = YES. Ini berarti konfigurasi TCP/IP telah dikonfigure untuk menerima IP address secara automatis, dan jika DHCP server tersedia maka client tersebut harusnya sudah bisa menerima konfigurasi IP address dari DHCP server.
Posted Image
Atau bisa di klik gambar komputer di pojok kanan bawah dan pilih tab Support, bisa diperhatikan jika sebuah komputer bisa menerima konfigurasi dari DHCP server maka Connection status adalah “Address Type” = “Assigned by DHCP” (lihat gambar).
Posted Image
2. Troubleshooting DHCP server
Jika komputer masih juga belum connect, bisa di klik tombol “Repair”. Atau jika anda pertama kali melihat tanda segitiga kuning yang menandakan tidak menerima konfigurasi dari DHCP server, coba klik tanda “Repair” ini.

Ada 6 langkah yang dilakukan oleh Windows saat melakukan proses “Repair” yaitu sebagai berikut :
1) Melakukan pesan DHCP request untuk melakukan pembaharuan leasing IP address. Hal ini
mirip dengan kalau melakukan command “ipconfig /renew”
2) Menghapus cache ARP, langkah ini sama dengan kalau kita mengetikkan command “arp –d *”
3) Menghapus cache NETBIOS, yang sama dengan kalau kita melakukan “nbtstat –R” pada
command prompt
4) Menhapus cache DNS, yang sama dengan command prompt “ipconfig /flushdns”
5) Melakukan register ulang NetBIOS name dan IP address dengan WINS server. langkah ini
sama dengan command prompt “nbtstat –RR”
6) Register ulang computer name dan IP address dari client computer kepada DNS server dan
sama dengan command prompt “ipconfig /registerdns”


Jika client sudah bisa menerima IP address yang sesuai dengan jaringan dan tidak ada pesan Warning adanya IP conflict, maka bisa dianggap client tidak ada masalah dengan adanya IP address.

3. Kegagalan mendapatkan IP dari DHCP server
Jika anda mendapati output dari “ipconfig /all” menunjukkan adanya IP address, misalnya dari Server1 (169.254.0.1 sampai 169.254.255.254), atau dari alternate configuration, pertama kali lakukan “ipconfig /renew” atau klik “repair”. Jika hasilnya masih sama, hal ini menunjukkan adanya :
a) Tidak adanya DHCP server / DHCP relay agent pada range broadcast.
b) Putusnya koneksi DHCP server.
c) DHCP server scope bermasalah.

Bagaimana anda bisa memastikan adanya DHCP server pada broadcast range ? Karena IP clients didapat dari IP address Server1, maka anda tidak bisa melakukan ping ke DHCP server karena beda jaringan. Server1 pada range 169.254.0.0 – 169.254.254.254 dengan subnet mask 255.255.0.0. maka untuk itu anda harus memberikan IP address statis kepada client computer yang bermasalah ini dengan IP pada range address yang sama dengan DHCP server.

Jika IP address statis sudah di-configure, maka anda bisa melakukan ping ke server DHCP. Jika anda tidak mengetahui IP address DHCP server maka pada command prompt ketikkan “netsh dhcp show”. Jika hasil ping ke DHCP server berhasil – berarti koneksi ke DHCP server tidak bermasalah. Jika sudah bisa dipastikan bahwa kedua point 1 dan 2 tidak ada masalah, maka kecurigaan bisa karena adanya konfigurasi scope IP address DHCP server.

Jika semua clients tidak mendapatkan IP addres, pastikan terlebih dahulu bahwa:
a) DHCP server instalasinya sempurna
b) Konfigurasi DHCP server juga sempurna
c) Authorized juga berhasil, harus dari user Enterprise admin atau member Enterprise pada active directory domain anda.

Untuk memastikan scope IP address tidak bermasalah, maka pastikan bahwa scope active dan tidak habis semuanya dipakai oleh clients. Anda bisa melakukan yang berikut :
a) Re-authorized ulang bila perlu.
b) Deactivate scope kemudian activekan lagi.
c) Jika scope cepat habis, kurangi durasi lama sewa (lease time). Hal ini akan mempercepat
pelepasan IP yang dipinjam clients (terutama yang tidak aktif).
d) Pada client jika gagal, selain memastikan koneksi ke DHCP OK, pastikan juga port UDP 67 dan
UDP 68 tidak di block.



C. Tool/Perintah Troubleshooting Jaringan


Berikut ini 5 tool standar yang biasa di pakai untuk troubleshooting yaitu :

1. Ping
Ping digunakan untuk melakukan pengecekan konektivitas jaringan.
Format perintah ping : ping nama_host/ip_address option
Contoh : ping www.indowebster.com >> melakukan ping ke www.indowebster.com dengan IP 119.110.76.19.
Posted Image
2. Traceroute

Traceroute digunakan untuk melakukan pengecekan atau menelusuri jalur jaringan.
Contoh kasus : Kita coba melakukan ping ke www.yahoo.com dan hasilnya ternyata request time out. Untuk melakukan pengecekan sumber putusnya ada di kita atau provider, maka kita lakukan traceroute untuk mengetahui letak putusnya.
Contoh : traceroute www.blazetorm.com / www.yahoo.com

3. Netstat
Netstat digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap koneksi yang terjadi dan juga port yang terbuka serta juga bisa digunakan untuk melihat routing table. Jadi dengan netstat, kita bisa tahu komputer yang kita pakai atau server yang kita setting itu koneksinya berada di mana dan apa saja port yang terbuka.
Posted Image 
Contoh : netstat -an >> untuk melihat koneksi berada di manakah.
netstat -tpnl >> untuk melihat port TCP yang terbuka.

4. Telnet
Telnet digunakan untuk mengecek apakah port itu dapat diakses dari client atau tidak. Jadi kalau kita sudah setting mail server maka kita bisa test apakah client bisa mengakses port 25(SMTP) dan 110(POP3) maka kita gunakan telnet.
Contoh : telnet ip_mail_server 25 >> untuk mengecek smtp.
telnet ip_mail_server 110 >> untuk mengecek pop3.


5. Tcpdump
Tcpdump digunakan untuk men-sniffer(menyadap) paket data yang lalu lintas. Dengan mengetahui paket data yang lewat itu dari IP mana dan tujuannya kemana, kita bisa melakukan identifikasi apakah ada sesuatu yang salah misalnya IP yang broadcast atau IP yang coba-coba melakukan aktifitas yang tidak benar.
Contoh : tcpdump -vv >> untuk melakukan sniffing paket.
tcpdump -i eth0 >> untuk melakukan sniffing paket pada interface eth0.
tcpdump host crazynuxer >> untuk mensniffing host crazynuxer

Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk)

Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk)


Pengertian Helpdesk
Helpdesk pada dasarnya adalah sebuah center point dimana masalah atau issue dilaporkan dan diatur secara terurut dan diorganisasikan. Dari perspektif umum, helpdesk merupakan bagian pelengkap dari sebuah fungsi pelayanan, dan bertanggung jawab sebagai sumber dari pemecahan masalah atau issue lainnya. (http://www.help-desk-world.com/help-desk.htm ).
Menurut Wooten (2001, p5), ”Helpdesk is a formal organization that provides support function to users of the companies product, services, or technology”. Jadi helpdesk merupakan bagian dari perusahaan yang menyediakan dokumen fungsi produk, servis atau teknologi dari perusahaan tersebut.
Helpdesk adalah sebuah departemen atau bagian dalam perusahaan yang melayani atau menanggapi pertanyaan teknis pengguna. Helpdesk digunakan untuk menjawab pertanyaanclient. Pertanyaan dan jawaban dapat disampaikan melalui telepon, email, web atau fax. Bahkan ada software helpdesk yang membuat orang lebih mudah untuk menjalankan helpdesk dengan cepat untuk menemukan jawaban yang bersifat umum. (http://www.webpcwebipedia.com )
Berdasarkan definisi diatas helpdesk merupakan bagian struktur atau program yang menangani pertanyaan dan keluhan baik itu dari pihak internal atau pihal eksternal dengan menyediakan informasi atau solusi yang dibutuhkan pengguna.
Kelebihan Helpdesk
Helpdesk memberikan pelayanan terbaik pada penggunanya serta dapat menurangi biaya. Hal ini dikarenakan berbagai keuntungan penggunaan helpdesk.
1.      Helpdesk dapat memberikan solusi atas pertanyaan – pertanyaan dalam kurun waktu singkat.
2.      Helpdesk dapat mengecek permasalahan yang ada dan mengatur pembagian staff.
3.      Helpdesk dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menangani pertanyaan dan keluhan pelanggan.
4.      Helpdesk dapat memberi laporan kerja perkembangan kinerja para staff dan pimpinan.
5.      Helpdesk dapat menangani pertanyaan dan keluhan yang sejenis karena pertanyaan dan keluhan dicatat.
Cara Kerja HelpDesk




 

Berikut adalah beberapa feature dari aplikasi Trelis Desk:
Acount
Acount yang tidak terbatas untuk kategori staff yang dapat merespon lampiran file berdasarkan basis pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya (artikel,kategori,pencarian, dll) dan file tertentu pada “Submit a ticket”
Managemen Pengguna Email
Managemen pengguna email berdasarkan pada basis kesalahan email system.
Pembagian tiket berdasarkan departement
Dengan feature ini maka semua departement dapat menerima permintaan dukungan dan tidak tertutup untuk bagian IT saja. Misalnya departement Supply Chain Management yang menangani masalah inventaris barang dan sirkulasi barang dapat menggunakan aplikasi ini untuk menangani permintaan barang dari departement atau cabang kantor lain.
Prioritas tiket
Tiket dapat dibuat dan diberikan prioritas apakah tiket tersebut bersifat penting atau biasa saja. Dengan demikian bagian yang menerima tiket dapat memberikan dukungan dengan tepat sesuai prioritas tingkat kepentingan.
Pengalihan tiket
Tiket dapat dialihkan kepada staff tertentu sehingga tiket tersebut dapat ditangani oleh staff tersebut dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiket tersebut.
Pengaturan hak akses berdasarkan group
Aplikasi ini memiliki tingkat akses berlevel yang dibagi berdasarkan group sehingga memiliki tingkat keamanan penggunaan yang baik
RSS tiket
Kita dengan mudah membuat RSS feed pada tiket yang menjadi tanggung jawab kita. Dengan demikian kita dengan mudah mengecek apakah ada tiket baru yang ditujukan pada kita dengan cepat.
Multi Language
Secara default aplikasi ini memiliki tampilan dengan bahasa Inggris. Namun dengan mudah kita dapat menerjemahkan aplikasi ini ke bahasa lain yang kita inginkan. Cukup dengan mengisi terjemahan dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam aplikasi.
Knowledge Base
Memiliki knowledge base atau basis pengetahuan yang terintegrasi. Hal ini memudahkan kita dalam mencari langkah penyelesaian sebelum memasukkan tiket. Dengan feature yang memberikan saran solusi yang tersedia sebelum kita memasukkan tiket akan membantu meningkatkan efisiensi kerja karena mengurangi frekuasi dalam menangani masalah yang sama.
Dan beberapa fitur, antara lain :
·         Ticket departments
·         Ticket priority levels
·         Canned ticket replies
·         Group permissions
·         Ticket escalation
·         Ticket assignment
·         Rich text editor
·         Helpdesk RSS feeds
·         Ticket attachments
·         Skin manager
·         Language manager
·         Manage articles and categories
·         Article ratings and comments
·         Smart display of KB articles during ticket submission
·         Pipe support emails into your helpdesk
·         Email notifications

cara membangun lapisan distribusi sebuah jaringan

cara membangun lapisan distribusi sebuah jaringan

Core, Distribution, Access Layer [Cisco Minded]


Cisco telah mendefinisikan sebuah model hirarkis dikenal sebagai model internetworking hirarkis. Model ini menyederhanakan tugas membangun internetwork hierarkis handal, terukur, dan lebih murah karena daripada berfokus pada konstruksi paket, ini berfokus pada tiga bidang fungsional, atau lapisan, jaringan Anda: 

core layer: Lapisan ini dianggap sebagai tulang punggung jaringan dan termasuk high-end switch dan kecepatan tinggi kabel seperti kabel serat. Lapisan jaringan tidak rute lalu lintas di LAN. Selain itu, tidak ada manipulasi paket dilakukan dengan perangkat di lapisan ini. Sebaliknya, lapisan ini berkaitan dengan kecepatan dan memastikan pengiriman yang handal paket. 
Distribution layer: Lapisan ini mencakup LAN berbasis router dan layer 3 switch. Lapisan ini menjamin bahwa paket benar diarahkan antara subnet dan VLAN di perusahaan Anda. Lapisan ini juga disebut lapisan Workgroup. 
access layer: Lapisan ini mencakup hub dan switch. Lapisan ini juga disebut lapisan dekstop karena berfokus pada menghubungkan node klien, seperti workstation ke jaringan. Lapisan ini menjamin bahwa paket yang dikirimkan untuk mengakhiri komputer pengguna.

Gambar.1 menampilkan tiga lapisan dari model hierarkis Cisco. 

Bila Anda menerapkan lapisan, setiap lapisan mungkin terdiri lebih dari dua perangkat atau satu perangkat bisa berfungsi di manfaat layers.The beberapa model hirarki Cisco meliputi:
  • High Performance: Anda dapat merancang jaringan kinerja tinggi, di mana hanya lapisan tertentu yang rentan terhadap kemacetan.
  • Manajemen yang efisien & pemecahan masalah: Memungkinkan Anda untuk efisien dalam mengatur manajemen jaringan dan mengisolasi penyebab masalahnya jaringan.
  • Penciptaan Kebijakan: Anda dapat dengan mudah membuat kebijakan dan menentukan filter dan aturan.
  • Skalabilitas: Anda dapat tumbuh jaringan dengan mudah dengan membagi jaringan Anda ke bidang fungsional.
  • Prediksi Perilaku: Ketika merencanakan atau mengelola jaringan, model memungkinkan Anda menentukan apa yang akan terjadi pada jaringan bila stres baru ditempatkan di atasnya.
gambar.2 desain dari awal network


Core layer
Lapisan inti bertanggung jawab untuk transportasi yang cepat dan handal data di dalam jaringan. Lapisan inti sering dikenal sebagai jaringan backbone atau yayasan karena semua lapisan lain bergantung pada hal itu.Tujuannya adalah untuk mengurangi waktu latency dalam pengiriman paket. Faktor yang harus dipertimbangkan saat merancang perangkat yang akan digunakan dalam lapisan inti adalah:
  • Tinggi kecepatan transfer data: Kecepatan adalah penting pada lapisan inti. Salah satu cara bahwa jaringan inti memungkinkan tingginya tingkat transfer data adalah melalui berbagi beban, di mana lalu lintas dapat melakukan perjalanan melalui beberapa koneksi jaringan. Periode latency rendah: Lapisan inti biasanya menggunakan kecepatan tinggi sirkuit latency rendah yang hanya paket ke depan dan tidak menegakkan kebijakan.
  • Keandalan yang tinggi: Beberapa jalur data memastikan toleransi kesalahan jaringan tinggi, jika satu jalur mengalami masalah, maka perangkat dapat dengan cepat menemukan rute baru.

Pada lapisan inti, efisiensi adalah istilah kunci. Sistem yang lebih sedikit dan lebih cepat membuat tulang punggung lebih efisien. Ada peralatan yang tersedia untuk lapisan inti. Contoh inti peralatan Cisco lapisan meliputi: 











  • Cisco switch seperti 7000, 7200, 7500, dan 12000 (untuk penggunaan WAN)
  • Catalyst switch seperti 6000,, 5000 dan 4000 (untuk penggunaan LAN)
  • T-1 dan E-1 baris, Frame koneksi relay, ATM jaringan, Switched Layanan Multimegabit Data (SMDS) 
  • Pada layer ini bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal. Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency). Kegagalan pada core layer dan desain fault toleranceuntuk level ini dapat dibuat sbb :
    Yang tidak boleh dilakukan :

    • tidak diperkenankan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
    • tidak diperkenankan mendukung akses workgroup.
    • tidak diperkenankan memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
    Yang boleh dilakukan :
    • melakukan desain untuk keandalan yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
    • melakukan desain untuk kecepatan dan latency rendah.
    • menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah. 
    Secara umum, Anda ingin memastikan bahwa hanya lalu lintas yang bergerak di tulang punggung adalah yang bergerak antara berbagai Distribusi-lapisan perangkat. Untuk itu, inti juga harus tidak pernah digunakan untuk mengimplementasikan filter lalu lintas seperti daftar akses - ini harus menerapkan pada lapisan yang lain sebagai gantinya. 

    Untuk meringkas, core layer harus: 







  • Digunakan untuk menyediakan switching berkecepatan tinggi.
  • Memberikan keandalan dan toleransi kesalahan.
  • Tumbuh dengan menggunakan lebih cepat, dan tidak lebih, peralatan.
  • Jangan pernah menerapkan kinerja menurun elemen seperti daftar akses.


  • gambar.3 core layer
    Distribution Layer
    Pada layer ini sering disebut juga workgroup layer, merupaan titik komunikasi antara access layer dan core layer. Fungsi utamanya adalah routing, filtering, akses WAN, dan menentukan akses core layer jika diperlukan. Menentukan path tercepat/terbaik dan mengirim request ke core layer. Core layer kemudian dengan cepat mengirim request tersebut ke service yang sesuai.
    • Lapisan distribusi bertanggung jawab untuk routing. Hal ini juga memberikan kebijakan berbasis jaringan konektivitas, termasuk:
    • Packet filtering (firewall): paket Proses dan mengatur pengiriman paket berdasarkan sumber dan tujuan informasi untuk menciptakan batas jaringan.
    • QoS: Router atau layer 3 switch dapat membaca paket dan memprioritaskan pengiriman, berdasarkan kebijakan yang ditetapkan.
    • Access Layer Agregasi Point: lapisan ini melayani titik agregasi untuk switch layer desktop.
    • Kontrol Broadcast dan Multicast: lapisan ini berfungsi sebagai batas untuk siaran dan domain multicast.
    • Gateway Aplikasi: lapisan ini memungkinkan Anda untuk membuat gateway protokol dari dan arsitektur jaringan yang berbeda.
    • Lapisan distribusi juga melakukan antrian dan menyediakan manipulasi paket dari lalu lintas jaringan.

    Hal ini di lapisan ini di mana Anda mulai melakukan kontrol atas transmisi jaringan, termasuk apa yang masuk dan apa yang keluar dari jaringan. Anda juga akan membatasi dan menciptakan broadcast domain, membuat virtual LAN, jika perlu, dan melakukan berbagai tugas manajemen, termasuk mendapatkan ringkasan rute. Dalam ringkasan rute, Anda menggabungkan lalu lintas dari subnet banyak ke dalam koneksi jaringan inti. Pada router Cisco, perintah untuk mendapatkan ringkasan routing adalah menunjukkan ringkasan ip routeAnda dapat berlatih melihat informasi routing menggunakan simulator ujian CCNA router gratis yang tersedia dari SemSim.com . Anda juga dapat menentukan bagaimana router memperbarui tabel routing masing-masing dengan memilih protokol routing tertentu. 
    Contoh Cisco spesifik peralatan layer distribusi meliputi 2600,4000, 4500 router seri

    gambar. 4 distribution layer
    Access Layer
    Pada layer ini menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork. Sering di sebut jugadesktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switchingtampak pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis. Kebetulan dalam jaringan Internal UAD sudah menerapkan desain tersebut diatas dengan detail spesifikasi teknis sbb:
    • Core Layer di tangani mesin core.uad.ac.id BSD Minded dipadukan denganCisco Catalyst L3 (support multilayer) [118.97.x.x] dimana menangani jalur backbone utama ke ISP dan jalur Inherent
    • Distribution Layer di tangani mesin router Mikrotik 3.23 level 6 menangani routing terpusat, jadi semua unit /lokasi tidak ada NAT kecuali untuk Lab, sehingga kita bisa terhubung ke semua device pada masing-masing unit /kampus.
    • Access Layer ditangani mesin Mikrotik Router 3.23 level 6 dengan di bantumanagable switch besutan Nortel dengan spesifikasi Nortel 2550T menangani VLAN di masing-masing kampus.
    Lapisan akses berisi perangkat yang memungkinkan kelompok kerja dan pengguna untuk menggunakan layanan yang diberikan oleh distribusi dan lapisan inti. Pada lapisan akses, Anda memiliki kemampuan untuk memperluas atau kontrak collision domain menggunakan repeater, hub, atau switch standar. Berkenaan dengan lapisan akses, switch bukan sebuah perangkat bertenaga tinggi, seperti yang ditemukan pada lapisan inti. Sebaliknya, switch adalah versi lanjutan dari hub.

    Sebuah domain tabrakan menggambarkan sebagian dari jaringan Ethernet pada layer 1 dari model OSI dimana setiap komunikasi yang dikirim oleh sebuah node dapat dirasakan oleh node lain pada jaringan. Hal ini berbeda dari broadcast domain yang menjelaskan setiap bagian dari jaringan di layer 2 atau 3 dari model OSI mana node dapat disiarkan ke setiap node pada jaringan. 
    Pada lapisan akses, Anda dapat:
    • Aktifkan MAC address filtering: Adalah mungkin untuk program switch untuk memungkinkan hanya sistem tertentu untuk mengakses LAN yang terhubung.
    • Buat collision domain yang terpisah: Switch dapat membuat collision domain yang terpisah untuk setiap node terhubung untuk meningkatkan kinerja.
    • Bandwith Berbagi: Anda dapat memungkinkan koneksi jaringan yang sama untuk menangani semua data.
    • Menangani beralih bandwidth: Anda dapat memindahkan data dari satu jaringan ke yang lain untuk melakukan load balancing.